puisi untuknya

March 29th, 2009

Maafkan Inginku

Mengenalmu adalah kebahagiaan tersendiri dalam hidupku

Karna mengenalmu aku jadi yakin kalo dihatiku masih ada cinta yang kukira sudah mati

Karna mengenalmu membuatku mengerti akan perjuangan cinta

Karna mengenalmu aku memiliki rasa sayang ini yang bertahun-tahun tak pernah kurasakan lagi

Sama sekali aku tak pernah menyesali telah memiliki rasa ini

Walau aku tau cinta mu hanya untuk nya

Tapi aku merasa memilikimu

Aku tau apa yang kurasakan ini egois karna hanya memikirkan perasaanku tanpa peduli apa yang kau mau

Maafkan aku karna menyayangimu

Tapi apa benar kau sudah menutup rapat-rapat hatimu untuk yang lain?

Apa aku takkan memiliki kesempatan untuk mengenalmu lebih dari sebelumnya?

Apa aku takkan bisa merasakan cintamu walau aku tau pada akhirnya akan menyakiti diri ku sendiri?

Paling tidak

Jika aku memiliki kesempatan itu

Aku bisa merasakan kebahagiaanku dan berusaha membahagiakanmu karna kau memberikan kesempatan itu

Dan aku takkan pernah menyesali apapun yang akan tejadi kelak

The End

cerpen untuk seseorang yang jauh disana

March 29th, 2009

Sedih dan Bahagia Ku Mengenalmu

Selama ini aku merasa yakin dengan pendirianku tentang cinta. Cukup sekali saja aku merasakan sakitnya cinta. Aku takut untuk memulainya lagi. Tiga tahun aku masih terpuruk oleh luka cinta yang awalnya melambungkanku tinggi hingga akhirnya aku terjatuh. Remuk rasanya, bahkan tak ada lagi gairah hidup.

Semenjak itu aku berubah. Aku yang dulu gak pernah nangis sekalipun masalah yang kuhadapi berat. Tapi cinta mengisi setiap heningku dengan tangisan. Aku yang dulu terlalu ceria dan pandai menyembunyikan perasaan. Tapi cinta membuatku terus melamun. Cinta benar-benar merubah hidupku.

Lama kelamaan aku jadi berfikir tentang hidupku. Apakah aku harus menghancurkan hidupku sendiri dengan keterpurukanku yang tiada ujungnya? Aku terus berpikir apa yang harus kulakukan. Yah, aku harus bangkit.

Dua tahun ini aku mencoba untuk membenahi diri. Kembali menuju keceriaanku. Kembali mencoba membuka hati yang lain walau aku tau, cinta laluku takkan pernah kulupakan sebagai kenangan dalam hidupku. Tapi ternyata hatiku terlalu keras hingga sulit ditembus. Namun aku yakin suatu saat akan ada cinta yang mampu menghancurkan kebekuan hatiku.

Saat itu aku bertemu kembali dengan teman yang lama tak kulihat. Namanya Tata. Berawal dari pertemuan itu kita semakin akrab. Awalnya aku memintanya memanggilku ’L’ , kemudian dia memintaku memanggil dengan inisial ’D’. Semakin mengenalnya sempat membuatku ingin menjauhinya. Aku merasakan perbedaan yang amat sangat. Tapi aku sadar, jika aku menjauh. Berarti aku gagal menyelami hidup.

Dalam kehidupan kutemui beragam sifat dan sikap. ’L’ berusaha untuk bisa memahami semua yang ada di sekitar ’L’. Mencoba memahami sebab-sebab yang menimbulkan akibat. Karna dari semua kejadian itu, banyak pelajaran berharga yang didapat. ’L’ jadi banyak tau cara menghadapi setiap sifat yang berbeda. Sangat membantu ’L’ untuk bersikap lebih dewasa

Dengan bekal itu, aku mencoba untuk memahami ’D’. Karna aku tau didunia ini tidak ada yang tidak cocok tapi bagaimana cara kita menerima perbedaan itu.

’D’ sering cerita tentang cintanya. Sampai akhirnya dia bercerita tentang seseorang. Orang itu Dika. Hampir semuanya ‘D’ ceritakan. Kisah saat mereka bersama. Entah mengapa semua itu menyesakkan dada dan nyaris membuatku menangis. Dari situ aku bilang ingin rasanya bisa mengenal Dika. Tiba-tiba ‘D’ bilang bakal nyombalangin aku sama dia.

Hampir setiap bertemu kita membicarakannya.Itu semakin membuatku penasaran. Aku salut dengan cintanya. Dia memang lelaki hebat yang pernah ku kenal.

Waktu itu ‘D’ tidur dirumahku. Kita baru saja selesai masak untuk esok hari. Lalu ’D’ menelpon seseorang dan membangunkanku menyuruhku tuk mendengarkan percakapan mereka. Dan aku tau ternyata yang ’D’ telpon itu Dika. Saat ’D’ menyuruhku berbicara langsung dengan Dika aku merasa ada hal aneh. Tiba-tiba jantungku berdegup kencang dan perutku terasa sakit. Perasaan yang bertahun-tahun kukira telah mati dan tak bisa kurasakan lagi. Untung aku bisa menguasai diriku segera hingga suaraku tidak ikut bergetar.

Dari suara dan caranya bercerita, aku merasa bisa mengenali karakternya. Bukan aku sok tau, tapi itu yang aku rasa. Lalu timbul rasa bersalah dalam diriku. Aku merasa egois jika aku meneruskan keinginanku tuk memilikinya. Karna aku sadar cintanya terlalu kuat untuk ’D’. Tapi mengapa aku sedih? Bahkan aku ingin menangis.

Aku mulai belajar tuk memahaminya. Menepis semua yang aku rasa dan mencoba menyemangatinya melalui FS. Tapi tak kunjung berbalas. Ada rasa kecewa dihati.

11 maret 2009. akhirnya ’D’ menemukan kebahagiannya bersama ’H’ yang dia yakini adalah cintanya. Helmi Shauman. Orang yang beberapa waktu terakhir diharapkan ’D’ bisa mengobati luka hatinya. Aku bahagia karna ’D’ bahagia. Tapi aku tau akan ada hati yang terluka disana.

Semenjak ’D’ memiliki seseorang, aku merasa jauh darinya. Kita jarang bertemu. Akhirnya aku hanya bisa membuka FS. Aku berharap ada jawaban disana. Ternyata ada comment dari mas Helmi. Saat ku balas, ada comment dari Dika ditempat mas Helmi. Lalu aku mengecek semua comment ku berharap ada balasan untukku. Ternyata yang kucari tak ada.

Kuputuskan menulis comment lagi tuk Dika. Tapi rasanya percuma. Aku merasa mengharapkan sesuatu yang tak mungkin kudapatkan. Aku merasa bodoh dengan diriku sendiri. Apa yang kupikirkan? Apa yang kurasakan? Apa? Dan aku hanya bisa menangis.

Aku butuh ’D’. Tapi aku juga harus tau diri. Aku nggak mungkin merusak suasana bahagia sahabatku sendiri. Tapi aku juga nggak tau apa yang harus kulakukan.

Saat aku bisa bersama lagi dengan ’D’, suasana hatiku mulai tenang. Aku mulai mempertanyakan kembali tentang Dika. Aku senang mendengar cerita ’D’ tentang apa saja yang Dika bicarakan. Walau aku nggak pernah tau kebenarannya. Beberapa hari ini kita sering bertemu lagi. Aku bisa mendengar cerita tentang Dika lagi.

Bahkan dua hari yang lalu ’D’ tidur dirumahku lagi. Tapi sayang, saat Dika telpon, aku juga masih menerima telpon dari orang lain hingga aku tak punya kesempatan mendengar suaranya.

Ku pikir masih ada hari esok. Tapi semalam aku dihadapkan pada kenyataan yang menyakitkan. Saat mata mulai lelah, Hp ku berbunyi. Ada satu pesan masuk dari ’D’. Ku buka dan ku baca isinya

”De,aa slalu syg ma ade bkn pngen mmiliki ade..Aa hanya ingin mengisi sisa hidup aa dg mnyayangi ade,meskipun ade udh jd milik mas Helmi..

Aa takut jika mmbuka hati utk Lely,Aa takut dy akan trpukul klo dy tau bhwa aa mngidap gagal ginjal..

(tak terasa airmataku menetes semakin lama semakin deras. Dadaku terasa sakit, tapi aku terus melanjutkan membaca isi sms itu)

Maafin aa de,aa br blng skrg,ade harus sehat!Sabar mnghadapi mas Helmi..

Sampaikan salam aa utk Lely..

Aa slalu syg ade..Wassalam”

Aku nggak bisa menghentikan airmata ini. Semua perasaan datang menghampiri. Perasaan bersalah karna memaksa masuk dalam kehidupannya padahal aku tau hal yang bisa membahagiakannya hanya ’D’. Perasaan sedih karna nggak punya kesempatan untuk ku merasakan cintanya walau hanya sesaat. Aku bodoh karna baru menyadari apa yang kurasa selama ini terlalu dalam. Aku merasa konyol karna bisa menyayangi seseorang yang nggak pernah ku temui.

Belum kering airmata ini, Hp ku berdering lagi. Segera ku baca pesan dari ’D’

”Sampaikan k Lely :ak bhgia mngenalmu wlau hnya lewat suara n fs,titip dd,jdikan dy sbg adek yg lucu..

(hatiku semakin sakit, aku merasa kehilangan kontrol. Hanya airmata yang menjadi saksi kehancuranku saat ini)

Sampaikan k mas Helmi :maaf ak msh mnyayangi kekasihmu,ak titip dd,jgn sakiti dy spt echa mnyakitiny..

Bwt dD :jgn nakal,dd kudu sehat,pinter n rjin kuliah,rjin ibdh,nurut ma teh Lely n mas Helmi..”

Jujur baru kali ini aku merasa kekuatan cinta yang luar biasa. Sampai aku sendiri nggak kuat menerimanya. Membaca dua pesan itu, aku nggak tau apa ini keputusan terbaik yang diambil oleh Dika ato rasa egois dia tanpa peduli kalo keputusannya menyakitkan banyak pihak termasuk dirinya sendiri.

Perasaan ini memaksaku tuk membalas pesannya lewat ’D’

”Sampaikan ke Dika : L bahagia mengenalmu wlw hny lwt suara dan crita ttg mu dr D

L bahagia krn bs menyayangimu wlw L tau ht mu msh utk D

Dan L akan lbh bahagia klo aja kamu mau memberiku kesmptan tuk mengenalmu lbh dr seblmnya”

Malam ini aku tidur ditemani airmataku. Saat mulai lelap, beberapa saat kemudian selalu terbangun dan kata-kata dalam pesan itu selalu muncul. Isak tangis langsung menghampiriku.

Hingga pagi menjelang dan memaksaku menulis semua apa yang kurasa dalam satu cerita ini.

Solo, 27 Maret 2009, 11:39

Salam sayang ku untukmu

The End

unek-unek

May 21st, 2008

huhhhhhh,,,,,,,,
akhirnya ada waktu juga bikin blogs
karna bingung mo ganti apa
asal2 klik aja :p

Rutinitas tiap hari ternyata bikin bosen juga
klo slalu monoton
mau bikin yang seru
sayangnya gakda ide

paling2 cuma kuliah dari pagi mpe sore
kadang mpe maghrib
di rumah cuma ngerjain tugas (klo ada)
baca novel
makan
tidur
huhhhhhhhh,,,
bosen banget gak si

moga aja
smua gak berlangsung lama
biar hidup lebih hidup :p

The End